Kamis, 31 Oktober 2013

Kemul

Kemul,
Aku ingin berlari dari kemul ini, mengejarmu, lalu kita akan tertawa lagi. Bercerita tentang cerita sehari-hari tiada habisnya. Jika kita mulai kehabisan kata hening menyeka hanya ada suara angin, lalu kita berdehem mmeperbaharui volume air liur dalam kerongkongan.
Aku rela berhujan, berbasah, hanya ingin tertawa dengan mu. Entah kenapa jangan tanya, mungkin cinta atau hanya rasa sesaat. Tapi aku selalu senang berada dekat dengan mu, segala bentuk sedih dan kecewa sirna bagai sinar mentari yang menyibak gelap saat pagi datang.
Ada saja alasan dibalik pertemuan kita. Hahaha iya kadang aku bahkan mengada-ada, sedikit memaksamu yang mungkin sedang lelah setelah bekerja atau yang terburu waktu karena ada kesibukan lain.
Aku ingin lagi menyeka hujan bersama mu, menikmati aromanya. Tanah basah, bau daun, bau basah…
Lalu kita bersama menyusuri jalan pulang. Menekuri aspal, melambatkan langkah agar lebih lama lagi ya, lebih lama lagi. Sebentar saja, sebentar lagi. Tiba-tiba hatiku menjerit dalam ketermanguan aku hanya bisa menatapi jalan pulangku, mengenangnya sesaat lalu. Saat aku bersamamu…

Hujan malam jum’at
Akhir oktober di 31 20.00 WIB


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar